

Rindu kepada orang tua yang telah berpulang adalah rindu yang tak pernah benar-benar hilang. Suara nasihatnya mungkin tak lagi terdengar, senyumnya tak lagi terlihat, namun cinta dan doa kita untuk mereka tetap bisa mengalir tanpa henti.
Salah satu cara terindah untuk menghadiahkan cinta dan doa adalah melalui sedekah Al-Qur’an atas nama mereka. Setiap huruf yang dibaca, setiap ayat yang dilantunkan, insyaAllah menjadi cahaya di alam kubur dan pahala yang terus mengalir.
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Apabila manusia meninggal dunia, maka terputuslah amalnya kecuali tiga perkara: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak saleh yang mendoakannya.”
(HR. Muslim)
Al-Qur’an yang disedekahkan termasuk sedekah jariyah. Selama mushaf itu dibaca, dihafalkan, dan diamalkan, selama itu pula pahala mengalir untuk orang tua kita — bahkan ketika kita tak lagi berada di sisinya.
Allah Ta’ala juga berfirman:
“Dan orang-orang yang datang setelah mereka (Muhajirin dan Anshar), mereka berdoa: ‘Ya Tuhan kami, ampunilah kami dan saudara-saudara kami yang telah beriman lebih dahulu dari kami…’”
(QS. Al-Hasyr: 10)
Ini adalah bentuk bakti yang tak terputus. Doa yang hidup. Cinta yang terus tumbuh.
Melalui MPZ Sulaimaniyah Jogja – Saya Peduli, sedekah Al-Qur’an Anda akan disalurkan kepada para santri, masjid, dan saudara-saudara kita yang membutuhkan mushaf. Bayangkan, setiap lantunan ayat dari mushaf tersebut menjadi hadiah cinta untuk Ayah dan Ibu di alam sana.
Mari jadikan rindu sebagai amal.
Mari jadikan doa sebagai cahaya.
Mari titipkan sedekah Al-Qur’an atas nama orang tua tercinta.
Semoga Allah menerima setiap huruf yang dibaca sebagai pahala jariyah dan menjadikan kubur mereka taman dari taman-taman surga. Aamiin 🤲✨