
Di Aceh, Meugang bukan sekadar makan daging.
Ia adalah tradisi turun-temurun menjelang Ramadhan, Idul Fitri, dan Idul Adha—momen kebersamaan keluarga, rasa syukur, dan persiapan menyambut hari besar umat Islam.
Bagi masyarakat Aceh, Meugang adalah simbol kebahagiaan dan kehormatan. Bahkan keluarga sederhana akan berusaha menghadirkan hidangan daging agar anak-anak dan orang tua bisa merasakan kegembiraan yang sama.
Namun hari ini, tidak semua warga Aceh mampu menjalankan tradisi ini.
Sebagian masyarakat terdampak bencana masih berjuang memenuhi kebutuhan paling dasar. Kehilangan mata pencaharian, kerusakan rumah, dan keterbatasan ekonomi membuat Meugang hanya menjadi kenangan, bukan perayaan.
Melalui program Meugang Aceh, LAZNAS Saya Peduli mengajak Anda untuk menghidupkan kembali tradisi ini dengan penuh kepedulian.
🐄 5 ekor sapi
📍 Disalurkan kepada keluarga terdampak bencana dan dhuafa di Aceh
🍽️ Daging dibagikan menjelang Ramadhan agar mereka dapat menyambut bulan suci dengan layak dan bermartabat
Setiap kontribusi Anda bukan hanya menghadirkan daging, tetapi juga:
Menjaga tradisi dan kearifan lokal Aceh
Menguatkan harapan keluarga terdampak
Menghadirkan senyum di tengah keterbatasan
Mari bersama, hidupkan Meugang untuk saudara kita di Aceh.
Agar Ramadhan datang dengan rasa syukur, bukan kesedihan.
🤍 LAZNAS Saya Peduli
Menguatkan Sesama, Menebar Manfaat
