KOTAK AMAL SELALU PENUH DI WARUNG AYAM TULANG LUNAK D&D: BUKTI PELANGGAN PEDULI!

KOTAK AMAL SELALU PENUH DI WARUNG AYAM TULANG LUNAK D&D: BUKTI PELANGGAN PEDULI!
MALAM RAGHAIB: MALAM HARAPAN DAN RAHMAT ALLAH SWT

MALAM RAGHAIB: MALAM HARAPAN DAN RAHMAT ALLAH SWT
BULAN RAJAB: AWAL TIGA BULAN SUCI YANG PENUH BERKAH

BULAN RAJAB: AWAL TIGA BULAN SUCI YANG PENUH BERKAH
SUJUD SAHWI: PENGERTIAN, HIKMAH, DAN TATA CARA YANG BENAR

SUJUD SAHWI: PENGERTIAN, HIKMAH, DAN TATA CARA YANG BENAR
NENEK SEPEDA DAN AMANAH UNTUK SANTRI, CERITA YANG TAK TERDUGA!

NENEK SEPEDA DAN AMANAH UNTUK SANTRI, CERITA YANG TAK TERDUGA!
SILATURAHMI SAYA PEDULI DENGAN DITZAWA: PENGUATAN PERAN ZAKAT DI INDONESIA
SILATURAHMI SAYA PEDULI DENGAN DITZAWA: PENGUATAN PERAN ZAKAT DI INDONESIA Meningkatkan Sinergi dan Optimalisasi Zakat Jakarta (Kemenag) – Dalam suasana penuh berkah di hari Jumat, 6 Desember 2024, Prof. Dr. Waryono Abdul Ghafur, selaku Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf (Ditzawa), menerima kunjungan silaturahmi dari Saya Peduli di kantornya. Pertemuan ini menjadi momen istimewa untuk berdiskusi dan memperkuat sinergi dalam pengelolaan zakat di Indonesia. Acara dimulai dengan suasana santai “Ngopi Siang” yang penuh dengan keakraban. Dalam diskusi yang berlangsung, Prof. Dr. Waryono Abdul Ghafur menekankan pentingnya peran lembaga amil zakat dalam masyarakat. “Zakat bukan hanya kewajiban individu muslim, tetapi juga memiliki dimensi sosial yang sangat besar. Dalam pelaksanaannya, lembaga amil zakat seperti Saya Peduli memiliki tanggung jawab untuk memastikan zakat dapat dikelola secara optimal dan proposional,” ujarnya. Pemetaan Muzaki dan Mustahik sebagai Kunci Efektivitas Dalam pengelolaan zakat, pemetaan yang baik terhadap muzaki (pemberi zakat) dan mustahik (penerima zakat) menjadi kunci utama. Prof. Waryono menambahkan bahwa data yang akurat dan terkini sangat diperlukan untuk memastikan penyaluran zakat mencapai mereka yang benar-benar membutuhkan. “Pemetaan ini penting agar tidak ada mustahik yang terlewatkan, dan para muzaki pun merasa amanah mereka tersampaikan dengan baik,” tambahnya. Sebagai lembaga yang berfokus pada pemberdayaan masyarakat melalui zakat dan wakaf, Saya Peduli menyambut baik arahan tersebut. Ketua Saya Peduli, Bapak Abdul Jalil, menyampaikan bahwa lembaganya telah berkomitmen untuk terus memperbaiki sistem pemetaan dan distribusi zakat. “Kami percaya bahwa pengelolaan zakat yang transparan dan berbasis data akan meningkatkan kepercayaan muzaki kepada lembaga kami,” ujarnya. Optimalisasi Peran Zakat dalam Pemberdayaan Sosial Dalam diskusi tersebut, juga dibahas bagaimana zakat dapat berperan sebagai instrumen pemberdayaan sosial. Zakat tidak hanya digunakan untuk kebutuhan konsumtif, tetapi juga untuk kegiatan produktif yang dapat meningkatkan taraf hidup mustahik. Salah satu program unggulan yang disampaikan oleh Saya Peduli adalah pelatihan keterampilan bagi mustahik agar mereka dapat mandiri secara ekonomi. “Kami ingin zakat tidak hanya menjadi solusi jangka pendek, tetapi juga memberikan dampak jangka panjang. Oleh karena itu, program pemberdayaan ekonomi berbasis zakat akan terus kami kembangkan,” jelas pimpinan Abdul Jalil. Hal ini sejalan dengan visi Ditzawa yang ingin menjadikan zakat sebagai salah satu solusi dalam mengurangi kemiskinan di Indonesia. Kolaborasi untuk Masa Depan yang Lebih Baik Pertemuan ini juga menjadi ajang untuk membahas potensi kolaborasi antara Ditzawa dan Saya Peduli. Prof. Waryono menegaskan bahwa kerja sama antara pemerintah dan lembaga zakat sangat penting untuk menciptakan ekosistem zakat yang lebih baik. “Kami di Ditzawa sangat terbuka untuk bekerja sama dengan lembaga-lembaga seperti Saya Peduli. Dengan kolaborasi, kita bisa memperluas jangkauan dan dampak dari program zakat,” katanya. Dalam kesempatan ini, Saya Peduli juga menyampaikan laporan capaian program selama tahun 2024. Salah satu pencapaian yang disoroti adalah peningkatan jumlah muzaki dan mustahik yang terlayani. “Ini adalah hasil kerja keras tim kami dan dukungan dari berbagai pihak, termasuk para donatur yang selalu setia mendukung misi kami,” ujar Bapak Abdul Jalil dengan penuh syukur. Refleksi Spiritual dalam Pengelolaan Zakat Selain membahas hal teknis, diskusi ini juga menyentuh aspek spiritual dari pengelolaan zakat. Prof. Waryono mengingatkan bahwa zakat adalah ibadah yang memiliki dimensi ruhani. “Setiap sen yang dikeluarkan oleh muzaki harus dikelola dengan amanah dan penuh tanggung jawab. Ini bukan hanya soal manajemen, tetapi juga soal mempertanggungjawabkan amanah kepada Allah SWT,” katanya dengan penuh penekanan. Saya Peduli pun menyadari hal ini dan menjadikan nilai-nilai keislaman sebagai dasar dalam setiap aktivitasnya. “Kami selalu mengingatkan tim kami bahwa zakat adalah amanah dari Allah SWT yang harus disalurkan dengan sebaik-baiknya. Dalam setiap langkah, kami berusaha untuk selalu memprioritaskan keikhlasan dan transparansi,” ungkap Bapak Abdul Jalil. Mewujudkan Indonesia yang Lebih Sejahtera Silaturahmi antara Ditzawa dan Saya Peduli ini diharapkan menjadi awal dari kolaborasi yang lebih erat di masa depan. Dengan komitmen bersama untuk memajukan pengelolaan zakat di Indonesia, kedua pihak optimis bahwa zakat dapat menjadi solusi dalam mewujudkan Indonesia yang lebih sejahtera. “Kami percaya bahwa dengan kerja sama yang baik, zakat tidak hanya menjadi kewajiban, tetapi juga menjadi jalan untuk menciptakan keberkahan dan kesejahteraan bagi seluruh masyarakat,” ujar Prof. Waryono Abdul Ghafur menutup diskusi dengan penuh harapan. Dengan semangat ini, Saya Peduli akan terus berusaha memberikan yang terbaik dalam melayani umat. Melalui pengelolaan zakat yang profesional, amanah, dan penuh berkah, Saya Peduli berkomitmen untuk terus berkontribusi dalam menciptakan masyarakat yang lebih mandiri dan sejahtera.
BANJIR NABI NUH: SUKABUMI BERDUKA PELAJARAN UNTUK KITA

BANJIR NABI NUH: SUKABUMI BERDUKA PELAJARAN UNTUK KITA
JANJI MULIA ALLAH UNTUK HAMBANYA YANG BERINFAK

JANJI MULIA ALLAH UNTUK HAMBANYA YANG BERINFAK
KEUTAMAAN MENGHORMATI ORANG TUA DALAM ISLAM

KEUTAMAAN MENGHORMATI ORANG TUA DALAM ISLAM
KAJIAN MAJELIS TAKLIM RUMAH ILMU FATIMAH AZ-ZAHRA TANGERANG

KAJIAN MAJELIS TAKLIM RUMAH ILMU FATIMAH AZ-ZAHRA TANGERANG Sunatan Massal dan Penguatan Hubungan Keluarga Masjid Uswatun Hasanah di Tangerang menjadi saksi pelaksanaan kajian keislaman yang luar biasa pada kesempatan kali ini. Acara tersebut diselenggarakan oleh Majelis Taklim Rumah Ilmu Fatimah Az-Zahra bekerja sama dengan gerakan Saya Peduli. Dengan tema yang sarat makna, kajian ini menghadirkan Ustadz Oemar Mitha sebagai pembicara utama. Ratusan jamaah dari berbagai wilayah Tangerang turut hadir untuk menyerap ilmu dan memperkuat ukhuwah islamiyah. Acara ini dimulai dengan sambutan hangat dari panitia penyelenggara yang memperkenalkan program-program unggulan gerakan Saya Peduli. Salah satu program yang disosialisasikan langsung oleh Abdul Jalil selaku Ketua Saya Peduli adalah Sunatan Massal Gratis, sebuah inisiatif yang dirancang untuk membantu masyarakat kurang mampu di sekitar Tangerang dan seluruh Indonesia. Program ini diharapkan mampu memberikan manfaat besar, terutama bagi keluarga yang membutuhkan bantuan untuk melaksanakan kewajiban sunah tersebut. Dalam ceramahnya, Ustadz Oemar Mitha menyampaikan materi yang sangat relevan dan penuh inspirasi, yakni tentang pentingnya hubungan yang harmonis antara orang tua dan anak dalam keluarga muslim. Beliau menekankan bahwa peran orang tua dalam mendidik anak sangatlah besar dan harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab. Salah satu poin utama yang ditekankan Ustadz Oemar adalah pentingnya keteladanan dari orang tua. “Jangan mengharapkan anak Anda taat, jika orang tuanya saja tidak taat,” ucap beliau dengan tegas. Beliau juga menjelaskan bahwa mendidik anak adalah amanah besar yang harus diemban oleh setiap orang tua. Anak-anak adalah generasi penerus yang membutuhkan bimbingan dan teladan yang baik untuk menjadi pribadi yang beriman dan bertakwa kepada Allah SWT. Menurut Ustadz Oemar, salah satu cara efektif untuk membentuk karakter anak yang saleh adalah dengan menciptakan suasana keluarga yang penuh dengan nilai-nilai Islami. Orang tua yang taat kepada Allah SWT secara tidak langsung akan menjadi contoh nyata bagi anak-anaknya untuk mengikuti jalan kebenaran. Pesan-pesan yang disampaikan oleh Ustadz Oemar Mitha tidak hanya menyentuh hati para jamaah, tetapi juga memotivasi mereka untuk lebih introspektif dalam menjalankan peran sebagai orang tua. Beliau mengingatkan bahwa hubungan yang baik antara orang tua dan anak tidak hanya mendatangkan kebahagiaan di dunia, tetapi juga menjadi salah satu jalan untuk meraih keberkahan hidup di akhirat. Selain itu, acara ini juga menjadi sarana silaturahmi yang efektif bagi para jamaah. Dengan kehadiran ratusan peserta dari berbagai wilayah Tangerang, suasana kebersamaan begitu terasa. Para jamaah tidak hanya mendapatkan ilmu baru, tetapi juga dapat saling berbagi pengalaman dan mempererat hubungan ukhuwah islamiyah di antara mereka. Tidak hanya berfokus pada materi keislaman, acara ini juga memberikan kesempatan bagi jamaah untuk mengenal lebih jauh mengenai program-program sosial yang akan dilaksanakan oleh gerakan Saya Peduli. Program sunatan massal yang menjadi agenda utama dalam waktu dekat ini diharapkan dapat meringankan beban masyarakat kurang mampu di Tangerang. Panitia juga menyampaikan bahwa program ini terbuka untuk umum dan memprioritaskan keluarga yang benar-benar membutuhkan. Acara kajian ini ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh Ustadz Oemar Mitha. Doa tersebut dipanjatkan untuk keberkahan keluarga muslim, kelancaran program Saya Peduli, dan kebahagiaan umat Islam di seluruh dunia. Para jamaah tampak antusias mengikuti setiap rangkaian acara hingga selesai. Kajian ini berhasil memberikan kesan mendalam kepada setiap peserta yang hadir. Banyak dari mereka yang menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas terlaksananya acara ini. “Kajian ini benar-benar membuka mata dan hati saya sebagai orang tua. Saya jadi semakin sadar betapa pentingnya menjadi contoh yang baik bagi anak-anak saya,” ujar salah satu peserta yang hadir. Dengan suksesnya acara ini, Majelis Taklim Rumah Ilmu Fatimah Az-Zahra dan gerakan Saya Peduli berkomitmen untuk terus menghadirkan program-program bermanfaat lainnya yang dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat, baik dalam aspek keislaman maupun sosial. Masjid Uswatun Hasanah sendiri berharap dapat terus menjadi tempat berkumpulnya umat untuk memperdalam ilmu agama dan mempererat tali silaturahmi. Bagi Bapak/Ibu yang ingin mendaftarkan putranya atau keluarganya untuk sunat secara gratis ataupun yang ingin menjadi bagian orang peduli untuk membantu berdonasi juga bisa menghubungi kami. Semoga kebaikan ini menjadi awal dari banyak program serupa yang dapat meningkatkan kesadaran umat Islam untuk selalu menjaga hubungan baik, baik dengan Allah SWT maupun dengan sesama manusia, terutama dalam lingkungan keluarga. Sesungguhnya, keluarga yang harmonis dan berpegang teguh pada ajaran Islam adalah pondasi utama dalam membangun masyarakat yang berakhlak mulia.