JANJI MULIA ALLAH UNTUK HAMBANYA YANG BERINFAK

Sen, 09 Desember 24 pukul 04.35

Saya Peduli

Infak adalah salah satu amal mulia yang sangat dianjurkan dalam Islam. Allah ﷻ tidak hanya memerintahkan umat-Nya untuk berinfak, tetapi juga memberikan janji-janji yang luar biasa bagi siapa saja yang ikhlas melakukannya. Dalam Al-Qur'an, infak sering kali disebut sebagai sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah dan jalan menuju keberkahan hidup. Tidak hanya itu, infak juga menjadi bukti ketaatan dan rasa syukur seorang hamba atas nikmat yang telah Allah berikan.


Allah ﷻ berfirman:

"Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah seperti sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipatgandakan (pahala) bagi siapa yang Dia kehendaki." (QS. Al-Baqarah: 261)


Ayat ini menunjukkan bahwa infak tidak hanya dihargai di sisi Allah, tetapi juga dilipatgandakan pahalanya hingga berkali-kali lipat. Dengan memahami keutamaan ini, seorang Muslim seharusnya termotivasi untuk menjadikan infak sebagai bagian penting dari kehidupan sehari-hari.


Isi: Keutamaan Infak dan Janji Allah


1- Infak Membawa Keberkahan dalam Harta

Salah satu janji Allah bagi mereka yang berinfak adalah keberkahan dalam harta. Banyak orang takut bahwa mengeluarkan harta akan mengurangi kekayaan mereka, tetapi dalam Islam, infak justru menjadi sarana untuk memperluas rezeki. Rasulullah ﷺ bersabda:

"Allah berfirman: Wahai anak Adam, berinfaklah, niscaya Aku akan memberimu rezeki." (HR. Bukhari dan Muslim)

Infak adalah bukti keimanan dan tawakal kepada Allah. Orang yang berinfak menyadari bahwa segala sesuatu yang mereka miliki adalah titipan dari Allah, dan dengan menggunakannya di jalan Allah, mereka menunjukkan rasa syukur atas nikmat tersebut.


2- Pahala yang Dilipatgandakan

Allah ﷻ menjanjikan pahala yang luar biasa bagi mereka yang berinfak. Dalam QS. Al-Baqarah: 261, disebutkan bahwa pahala infak dapat dilipatgandakan hingga 700 kali lipat atau lebih, tergantung pada keikhlasan dan kondisi pemberian tersebut. Ini adalah salah satu bentuk kasih sayang Allah kepada hamba-Nya yang rela berbagi untuk membantu sesama.


3- Infak Menghapus Dosa

Infak juga menjadi salah satu cara untuk membersihkan diri dari dosa. Dalam sebuah hadits, Rasulullah ﷺ bersabda:

"Sedekah itu memadamkan dosa sebagaimana air memadamkan api." (HR. Tirmidzi)

Dengan berinfak, seorang Muslim tidak hanya mendapatkan pahala, tetapi juga menghapus dosa-dosanya, sehingga mendekatkan diri kepada Allah.


4- Mendapatkan Cinta Allah dan Doa Malaikat

Allah mencintai hamba-Nya yang gemar berinfak. Dalam QS. Al-Baqarah: 195, Allah memerintahkan umat-Nya untuk berinfak dan menjanjikan cinta-Nya bagi mereka yang melakukannya. Selain itu, malaikat juga mendoakan orang-orang yang berinfak. Rasulullah ﷺ bersabda:

"Setiap pagi, dua malaikat turun dan salah satu dari mereka berkata: Ya Allah, berikanlah ganti kepada orang yang berinfak." (HR. Bukhari dan Muslim)


5- Menghindarkan dari Kesulitan di Hari Kiamat

Infak di dunia akan menjadi pelindung bagi seseorang di akhirat. Rasulullah ﷺ bersabda:

"Naungan bagi seorang mukmin pada hari kiamat adalah sedekahnya." (HR. Ahmad)


Adab dan Etika Berinfak

Islam mengajarkan bahwa infak harus dilakukan dengan niat yang ikhlas dan cara yang baik. Beberapa etika berinfak yang perlu diperhatikan adalah:


1- Niat yang Ikhlas

Infak harus dilakukan semata-mata karena Allah, bukan untuk mendapatkan pujian dari manusia. Infak yang disertai dengan riya tidak akan mendapatkan pahala di sisi Allah.


2- Tidak Menyakiti Penerima

Allah ﷻ berfirman: "Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu menghilangkan (pahala) sedekahmu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti (perasaan si penerima)." (QS. Al-Baqarah: 264)


3- Memberikan yang Terbaik

Allah menyukai infak yang dilakukan dengan memberikan harta yang terbaik, bukan sisa-sisa yang tidak diinginkan.


4- Mendahulukan Keluarga yang Membutuhkan

Dalam Islam, keluarga yang membutuhkan memiliki prioritas utama untuk menerima infak.


Kisah Inspiratif: Sedekah yang Mengguncang Langit

Ada sebuah kisah tentang seorang sahabat Rasulullah ﷺ yang bernama Abu Dahdah. Ketika turun ayat tentang infak di jalan Allah, Abu Dahdah segera mendatangi Rasulullah dan berkata:

"Ya Rasulullah, saya memiliki kebun yang sangat luas dan subur. Saya ingin menginfakkannya di jalan Allah. Apakah Allah akan menerima infakku?"

Rasulullah ﷺ menjawab:

"Ya, Allah akan menerima infakmu dan memberimu balasan yang jauh lebih baik."

Dengan penuh keyakinan, Abu Dahdah menginfakkan kebunnya yang paling berharga. Rasulullah ﷺ kemudian berkata:

"Betapa banyak pohon kurma di surga yang telah Allah persiapkan untuk Abu Dahdah."

Kisah ini menjadi teladan tentang keikhlasan dan keyakinan dalam berinfak.


Kesimpulan

Infak adalah salah satu amal yang paling dicintai oleh Allah ﷻ. Dengan berinfak, seorang Muslim menunjukkan rasa syukur atas nikmat yang diberikan Allah, membantu sesama, dan mendekatkan diri kepada-Nya. Janji-janji Allah bagi mereka yang berinfak sangatlah besar, mulai dari pahala yang dilipatgandakan hingga keberkahan dalam hidup.

Mari kita jadikan infak sebagai bagian dari kehidupan kita, baik dalam bentuk harta, tenaga, maupun waktu. Semoga Allah ﷻ menerima setiap amal kebaikan kita dan memberikan balasan yang terbaik, baik di dunia maupun di akhirat.


Allah ﷻ berfirman:

"Apa saja yang kamu infakkan, Allah akan menggantinya, dan Dialah sebaik-baik pemberi rezeki." (QS. Saba: 39)


Yuk berinfak melalui Infak ! Saya Peduli adalah platform infak online dari Yayasan Amal Saya Peduli. Berinfak melalui platform ini bisa dimulai. Mari wujudkan kebaikan bersama! Yuk dicoba sekarang! 🙌

Berita Terkait

Yayasan Amal Saya Peduli Bersilaturahmi dengan PT. Venturindo EngineeringPENDISTRIBUSIAN MUSHAF AL-QUR'AN UNTUK SANTRI TAHFIDZSAYA PEDULI JALIN AUDIENSI DENGAN BANK DANAMON SYARIAH